30
Nov
08

Encep dan CIA

hambaliCECEP bukanlah berarti sosok semi idiot sebagaimana diperankan Anjasmara dalam sinetron mendayu-dayu yang disiarkan televisi swasta. Cecep adalah pujian yang dijadikan nama depan -panggilan sayang– bagi anak lelaki di lingkungan masyarakat Sunda.

Ia sendiri berasal dari kata kasep (tampan), yang bermetamorfosa jadi Asep, Acep, Cecep, Encep (dibaca n’Cep). Semua orangtua, pasti menganggap putra lelakinya sebagai sosok paling tampan, kan? Maka Nurzaman pun lebih dikenal dengan nama Encep.

Ya, karena Nurjaman adalah Si Tampan kesayangan, maka keluarga Ending di Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat, selalu menyapanya dengan panggilan sayang, Encep. Atau, Encep Nurjaman. Itu sebabnya, hampir tak seorang pun kenal dengan nama Hambali, sosok lelaki gempal dengan wajah penuh cambang bauk, sebagaimana yang dilansir media massa.

Lalu, siapa Hambali?

Nama ini pernah menghiasi berbagai media massa ketika bom-bom berledakan di berbagai tempat di hari-hari sekitar Natal, Idul Fitri dan pergantian tahun dari 2000 ke 2001. Pengeboman rumah sakit di Yogya, di depan Katedral Jakarta, di Bandung, Ciamis, juga di Sukabumi, Medan, Pekanbaru, Batam, Mojokerto, Mataram, dan lain-lain.

Nah, nama Hambali mencuat lagi menyusul ledakan bom di Kuta, Bali, Sabtu 12 Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 185 orang. Polisi mencurigai Si Encep, eh Hambali lah yang bertanggungjawab atas aksi teror yang mengguncang dunia setelah tragedi WTC, 11 September 2001.

Sejauh ini sosok Hambali hanya bisa dikenali lewat foto-foto yang sudah terpublikasi, dan hanya ada satu dua saja. Itu pun masih ada yang menyangsikan bahwa ia memang Hambali yang dimaksud, yakni lelaki yang ketika di kampungnya dipanggil dengan nama Encep Nurjaman itu tadi.

“Kalau yang dimaksud itu adalah Encep Nurjaman, memang keponakan saya yang pernah saya asuh sedari kecil. Tapi, yang saya tahu wajahnya tidak sama dengan yang ada di koran, atau TV,” kata seorang pamannya.

Oke, Encep. Jadi, bagaimana perangai lelaki itu sebenanrnya? “Encep itu pendiam dan taat beragama. Tapi walaupun pendiam, ia cukup ramah sama semua orang. Selain itu dia pintar. Bahkan pernah jadi bintang pelajar waktu SMA,” kenang sang paman.

Kini, Si Encep tercatat dengan nama Hambali dalam daftar polisi internasional, dan daftar orang yang paling dicari oleh inytel-intel di sejumlah negara. Sebut saja Malaysia, Singapura, Filipina, Indonesia, Australia, Inggris, dan bahkan dinas rahasia paling terkenal, CIA (central intelligence agency) alias dinas rahasia Amerika Serikat.

Para intel George W Bush itu yakin, Hambali adalah satu di antara aktifis Jamaah Islamiyah, organisai yang mereka anggap sebagai jaringan Al Qaida pimpinan Osama bin Laden.

“Sejumlah anggota Jamaah Islamiyah yang tertangkap mengakui bahwa Hambali bekerja untuk Jemaah Islamiyah. Hambali terlibat dalam aksi penyerangan ke gereja-gereja. Ia juga berperan dalam aksi pengeboman di Filipina pada awal Agustus 2000. Kata seorang diplomat senior di Kedutaan Besar AS di Jakarta.

“Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga terlibat aksi-aksi pengeboman di wilayah Indonesia, di mal-mal, dan di Kedubes Malaysia,” tambahnya.

Pihak CIA menduga Hambali adalah salah satu deputi Jamaah Islamiyah yang didirikan dan dipimpin Abu Bakar Ba’asyir, saat ia hijrah ke Malaysia (1985-1998) menghindari eksekusi rezim orde baru. Ketika itu ia divonis penjara karena menolak asas tunggal Pancasila.

Nah, dalam pengelanaannya selama 13 tahun itulah Ba’asyir disebut-sebut mendirikan JI, dengan Hambali ada di dalamnya. Di Negeri Para Encik itu, Encep Nurjaman alias Hambali bersentuhan dengan Kumpulan Militan Malaysia (KMM).

Seorang tokoh kuncinya, Wan Min Wan Mat, telah ditangkap. Polisi Malaysia menduga, Wan dan kawan-kawan memperoleh instruksi (untuk melancarkan aksi-aksi teror) dari Hambali dan Ba’asyir.

Tentu informasi itu tak boleh mentah-mentah dikunyah dan ditelan sebagai kebenaran mutlak sebelum bukti-bukti konkret terpampang dengan jelas di hadapan kita.

Kita harus menyaring dan melihatnya dengan jernih, apakah betul memang demikian kejadiannya, atau betul seperti apa yang diperkirakan banyak pihak bahwa ini semata merupakan manuver Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh dukungan dunia dalam memukul gerakan-gerakan Islam yang dinilai akan merugikan kepentingan AS.

Jika benar kejadiannya seperti apa yang diyakini pihak Amerika dan kini memperoleh dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, maka Hambali termasuk tokoh yang harus dimintai pertanggungjawabannya terkait dengan berbagai aksi teror yang makin marak akhir-akhir ini dan memakan banyak korban jiwa.

Sebaliknya, jika betul apa yang diperkirakan banyak orang, bahwa semua hiruk-pikuk ini hanya merupakan taktik Amerika yang -dengan segala kemampuan yang dimilikinya– bisa “menguasai” dunia, maka sudah selayaknya kita sangat berhati-hati agar tidak terbawa arus dan terjebak pada pola permainan yang sedang mereka gelar, misalnya melalui operasi intelijen.

Kita sepakat bahwa aksi teror harus diperangi. Dan jika betul-betul terbukti bahwa Hambali adalah dalang dari segala macam teror yang marak akhir-akhir ini, kita tentu sepakat agar yang bersangkutan ditangkap dan diproses seuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Namun, yang paling jelas saat ini adalah, bahwa sebuah desa bernama Sukamanah, dilanda kehebohan gara-gara Hambali dicari-cari para intel, bahkan oleh agen rahasia dari Amrik. Akibatnya, banyak warga desa ini “diteror” oleh ketakutan dikaitkaitkan dengan Si Encep yang disebut-sebut sebagai unsur “teroris” kelas dunia.

Dengan kata lain, para agen rahasia AS kini sedang mengendus-endus mencari lelaki asal Desa Sukamanah, Karangtengah, Cianjur itu. Waw! ***

Bandung, 281002


1 Tanggapan ke “Encep dan CIA”


  1. Februari 22, 2009 pukul 2:47 pm

    Siapa pun Encep yang jelas berbagai kabar berita telah menyatakan bahwa dia adalah seorang Jamaah Islamiyah, yang kata Yahudi, Nasoro, Israel dan Amerika Jamaah Islamiyah itu adalah teroris.

    Bukan Hanya Yahudi, Nasoro, Israel dan Amerika saja yang mengatakan bahwa Jamaah Islamiyah itu teroris, namun pemerintah Indonesia dan orang-orang Indonesia yang tergolong ke dalam jamaah Yahudi, Nasoro, Israel dan Amerika pun mengatakan bahwa Jamaah Islamiyah itu adalah teroris, walaupun orang-orang itu diantaranya juga banyak yang beragama Islam. Orang beragama Islam itu belum tentu Jamaah Islamiyah, bisa saja dia beragama Islam tapi juga dia sebagai Jamaah Kafiriyah. Itulah mengapa Indonesia itu selalu ditimpa berbagai bencana, berbagai krisis, karena negeri ini terlalu banyak dihuni oleh kaum Munafiqin. Seperti dijelaskan dalam banyak ayat Al-Quran, kaum Munafiqin itu sesungguhnya adalah orang Kafir yang kelak dibenamkan oleh Allah ke dasar Neraka Jahanam.

    Saudaraku yang masih ada rasa takut kepada Allah, peliharalah rasa takut itu. Takutlah hanya kepada Allah. Menghambalah kepada Allah, jangan menghamba kepada selain Allah atau thogut.

    Saudaraku yang masih ada rasa takut kepada Allah, paramujahid Allah seperti Imam Samudra, Amrozi, dan Mukhlas telah memberi suritauladan yang sangat berharga bagi kita perihal keimanan yang benar, seperti diterangkan Allah dalam Al-Qur’an Surat 49 ayat 15. Mari kita menjadi paramujahid Allah yang ikhlas, yang membukakan pintu-pintu rahmat dan barokah dari langit dan dari bumi. Jangan menjadi orang-orang zalim yang mengundang azab Allah. Berserahdirilah kepada Allah, jangan berserah diri kepada Yhudi, Nasoro, Israel dan Amerika beserta antek-anteknya.

    Semoga Allah selalu memberi pertolongan kepada orang-orang yang senantiasa berupaya untuk ikhlas, seperti difirmankan Allah dalam Al-Qur’an Surat 89/Al-Fajr Ayat 27-30. Silakan baca lagi Qurannya, jangan disia-siakan.


Tinggalkan Balasan